<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Smaglen's Weblog</title>
	<atom:link href="http://smaglen.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://smaglen.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Jun 2008 02:10:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='smaglen.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Smaglen's Weblog</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://smaglen.wordpress.com/osd.xml" title="Smaglen&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://smaglen.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengapa harus belajar matematika</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/mengapa-harus-belajar-matematika/</link>
		<comments>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/mengapa-harus-belajar-matematika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 02:10:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smaglen</dc:creator>
				<category><![CDATA[mathemagic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaglen.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Harus Belajar Matematika Filed under: Michael Crichton Saya bertanya: Bu, kenapa koordinat dibagi jadi empat kuadran? Ibu menjawab: Itu sudah kesepakatan ilmuwan jaman dulu. Saya bertanya: Bu, kenapa ada ples ada mines? Ibu menjawab lagi: Itu sudah kesepakatan ilmuwan jaman dulu. Saya bertanya: Bu, kenapa rumus luas lingkaran harus memakai pi sebagai pengali? Ibu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=19&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="storytitle"><a title="Kenapa Harus Belajar Matematika" rel="bookmark" href="http://bintangmatahari.blogsome.com/2005/12/19/kenapa-harus-belajar-matematika/">Kenapa Harus Belajar Matematika</a></h3>
<div class="meta">Filed under: <a title="View all posts in Michael Crichton" rel="category tag" href="http://bintangmatahari.blogsome.com/category/michael-crichton/">Michael Crichton</a></div>
<div class="storycontent">
<p>Saya bertanya: Bu, kenapa koordinat dibagi jadi empat kuadran?<br />
Ibu menjawab: Itu sudah kesepakatan ilmuwan jaman dulu.<br />
Saya bertanya: Bu, kenapa ada ples ada mines?<br />
Ibu menjawab lagi: Itu sudah kesepakatan ilmuwan jaman dulu.<br />
Saya bertanya: Bu, kenapa rumus luas lingkaran harus memakai pi sebagai pengali?<br />
Ibu menjawab lagi-lagi dengan jawaban: Itu sudah kesepakatan ilmuwan jaman dulu.</p>
<p>Yah, lagi-lagi waktu itu saya kerjakan soal-soal matematika dengan doktrin Ibu yang masih tergiang jelas di kepala, bahwa apa boleh buat memang dasar kita ini korban para ilmuwan terhormat jaman dulu.</p>
<p>Tapi toh saya juga tidak merasa keberatan <span class="hilite">belajar</span> matematika, kecuali waktu kalkulus makin bikin mumet saja dengan lambang-lambang integral dan diferensial. Saya lebih suka aljabar linier yang lebih berkotak-kotak dengan matriks, tidak berkurva mulus seperti <span class="hilite">kalkulus</span>.</p>
<p>Sementara itu teman-teman sekolah saya makin banyak yang mempertanyakan nasibnya, keharusannya mempelajari matematika selama 12 tahun. Saya masih belum terlalu keberatan karena rupanya matematika lumayan asik. Menulis tampaknya lebih asik, cuma sayang saya tidak punya motivasi menghapal. Jadi nilai bahasa Indonesia saya ya sedang-sedang saja. Cukuplah untuk lolos dari jenjang satu ke jenjang sekolah lain.</p>
<p>Sekarang kalau saya pikir-pikir lagi, matematika memang membuat hidup jadi lebih <span class="hilite">mudah</span>. Saya tidak bisa bayangkan memberi perintah kepada tukang batu untuk pasang ubin 30 cm x 30 cm di lantai kamar tidur utama yang luasnya 3 meter kali 5 meter. Coba kalau tidak istilah matematika seperti satuan panjang dan satuan luas, mungkin saya harus bilang:</p>
<p>Pak, ubinnya segede-gede gini ya, yang sebelah sini panjangnya 2 tapak tangan saya. Sebelah sini juga sama.<br />
Terus, Pak… kamar ini yang mau dipasangin ubin. Dinding sebelah sini panjangnya 3 badan saya yang sebelah sini panjang dindingnya 3 badan bapak.</p>
<p>Arrghhh, repot kan?</p>
<p>Setelah masa 12 tahun itu lewat, saya mulai berkenalan dengan matematika bentuk lain yang semakin membuyarkan anggapan bahwa matematika adalah pelajaran ilmu pasti. Begitu banyak ketidakpastian yang akan didapati semakin dalam matematika dipelajari. Untung saja istilah ilmu pasti sudah tidak dipakai, kalau tidak makin banyak saja yang akan mempertanyakannya.</p>
<p>Bayangkan kalau semua murid <span class="hilite">SMA</span> dikasih tau bahwa ada data untuk penyelidikan nilai pi pada rumus lingkaran yang ternyata palsu tapi nilai pi itu sendiri dipakai seratus tahun lebih. Atau ternyata Isaac Newton kemungkinan menggunakan data bikin-bikinan.</p>
<p>Atau diberi tau bahwa Max Planc yang memenangkan hadiah Nobel mengatakan bahwa: Kebenaran baru ilmiah bukannya diterima dengan meyakinkan ilmuwan lawan-lawannya dan membuat mereka melihat cahaya kebenaran dari ilmu yang baru. Kebenaran baru itu diterima karena ilmuwan yang tidak setuju dengannya… akhirnya meninggal, dan generasi yang baru tumbuh bersama ilmu baru yang akrab dengannya.</p>
<p>Yah, ini memang tidak menjawab pertanyaan kenapa kita harus <span class="hilite">belajar</span> matematika. Tapi seperti juga ilmu untuk bertahan hidup lain, saya yakinkan bahwa matematika memang perlu. Terutama untuk menghitung zakat dan pajak. Oh, dan warisan juga</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smaglen.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smaglen.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smaglen.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smaglen.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smaglen.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smaglen.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smaglen.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smaglen.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smaglen.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smaglen.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smaglen.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smaglen.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smaglen.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smaglen.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smaglen.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smaglen.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=19&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/mengapa-harus-belajar-matematika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e6624560754d4c7078a81f3d8c09fbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smaglen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Termodinamika</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/termodinamika/</link>
		<comments>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/termodinamika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 02:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smaglen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Physicorner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaglen.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[    Menu Utama . HOME . Berita . OASE . Hikmah . Lembar Jum&#8217;at . Kisah:    &#8211; Sahabat    &#8211; Kaum Salaf    &#8211; Tokoh Islam    &#8211; Kehidupan . Ramadhan . Muslimah . Keajaiban . Sejarah . Ghazwul Fikr . Pergerakan . Palestina . Akhir Zaman . Download. Semua Topik . Semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=18&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="750" align="center" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr valign="top">
<td bgcolor="#c0c0c0"> </td>
</tr>
<tr valign="top">
<td bgcolor="#ffffff"><img src="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/themes/Milo/images/pixel.gif" border="0" alt="" width="1" height="5" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="750" align="center" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="150" valign="top" bgcolor="#eeeeee">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="150" bgcolor="#000000">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td align="left"><span class="content" style="color:#363636;"><strong>Menu Utama</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="150">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/index.php"><strong>HOME</strong></a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=13">Berita</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=2">OASE</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=3">Hikmah</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=4">Lembar Jum&#8217;at</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> Kisah:<br />
   &#8211; <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=6">Sahabat</a><br />
   &#8211; <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=7">Kaum Salaf</a><br />
   &#8211; <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=8">Tokoh Islam</a><br />
   &#8211; <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=9">Kehidupan</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=12">Ramadhan</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=14">Muslimah</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=5">Keajaiban</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=15">Sejarah</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=11">Ghazwul Fikr</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=18">Pergerakan</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=19">Palestina</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=17">Akhir Zaman</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=Downloads">Download</a><strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=Topics">Semua Topik</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=Stories_Archive">Semua Arsip</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=Search">Search</a></p>
<p>Telah dikunjungi:</p>
<p><span class="title">313638</span>  kali<br />
sejak Juli 2007</p>
<p>24 pengunjung online</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="150" bgcolor="#000000">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td align="left"><span class="content" style="color:#363636;"><strong>Newsletter Oase</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="150">
<tbody>
<tr valign="top">
<td>Total ada 390 anggotaSetiap update di website ini secara otomatis akan terkirim ke Newsletter Oase (berupa artikel full). Keanggotaan Newsletter terbuka bagi siapa saja, untuk berlangganan silakan mengisi nama dan alamat email Anda pada form di bawah ini.<br />
Nama Anda:</p>
<p>Email Anda:</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="150" bgcolor="#000000">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td align="left"><span class="content" style="color:#363636;"><strong>Guestbook</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="150">
<tbody>
<tr valign="top">
<td>Silakan mengisi buku tamu sebagai tanda atas kunjungan Anda di website ini.<a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=x_Guestbook">Baca Buku Tamu</a><br />
<a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=x_Guestbook&amp;mode=w_main&amp;temaid=1&amp;texttema=Umum">Isi Buku Tamu</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="150" bgcolor="#000000">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td align="left"><span class="content" style="color:#363636;"><strong>Link Islami</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="150">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://www.swaramuslim.net/" target="_new">Swaramuslim</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://www.eramuslim.com/" target="_new">Eramuslim</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://www.hidayatullah.com/" target="_new">Hidayatullah</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://www.syariahonline.com/" target="_new">Syariah Online</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://www.harunyahya.com/" target="_new">Harun Yahya</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="150" bgcolor="#000000">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td align="left"><span class="content" style="color:#363636;"><strong>Webmaster</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="150">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><a href="sendim?abufaiz97"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=abufaiz97&amp;m=g&amp;t=1" border="0" alt="abufaiz97" align="absMiddle" /></a><strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=About_Me&amp;op=disclaimer">Disclaimer</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=About_Me&amp;op=FormMail">Email ke Webmaster</a><br />
<strong><big><span style="font-size:medium;">.</span></big></strong> <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=FAQ">FAQ</a></p>
<p>Bagi yang ingin menyumbang artikel untuk website Oase Islam silakan kirim melalui <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=About_Me&amp;op=FormMail">form ini.</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
<td><img src="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/themes/Milo/images/pixel.gif" border="0" alt="" width="15" height="1" /></td>
<td width="100%">
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="100%" valign="top">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" bgcolor="#ffffff">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="1" width="100%" bgcolor="#000000">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="100%" bgcolor="#c0c0c0">
<tbody>
<tr>
<td align="left"><span class="option" style="color:#363636;"><strong>Ilmu Termodinamika Menyanggah Teori Evolusi</strong></span><br />
<span class="content">Dipublikasi pada Kamis, 10 April 2008 oleh <a href="blank">abufaiz97</a><br />
Artikel ini telah dibaca 343 kali.<br />
Topik: <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=11">Ghazwul Fikr</a></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/modules.php?name=News&amp;new_topic=11"><img src="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/images/topics/khutbah.gif" border="0" alt="Ghazwul Fikr" hspace="10" vspace="10" align="right" /></a></p>
<div><span class="content" style="color:#505050;">Keabsahan Hukum II Termodinamika atau Hukum Entropi ini telah terbukti, baik secara eksperimen maupun teoretis. Albert Einstein menyatakan bahwa Hukum Entropi akan menjadi paradigma yang sangat berpengaruh di periode sejarah mendatang. Ilmuwan terbesar di masa kita ini mengakuinya sebagai &#8220;hukum utama dari semua ilmu pengetahuan&#8221;. Sir Arthur Eddington juga menyebutnya sebagai &#8220;hukum metafisika tertinggi di seluruh jagat&#8221;&#8230;.</span></div>
<p><span class="content" style="color:#505050;">&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Hukum II Termodinamika, yang dianggap sebagai salah satu hukum dasar ilmu fisika, menyatakan bahwa pada kondisi normal semua sistem yang dibiarkan tanpa gangguan cenderung menjadi tak teratur, terurai, dan rusak sejalan dengan waktu. Seluruh benda, hidup atau mati, akan aus, rusak, lapuk, terurai dan hancur. Akhir seperti ini mutlak akan dihadapi semua makhluk dengan caranya masing-masing dan menurut hukum ini, proses yang tak terelakkan ini tidak dapat dibalikkan.</p>
<p>Kita semua mengamati hal ini. Sebagai contoh, jika Anda meninggalkan sebuah mobil di padang pasir, Anda tidak akan menemukannya dalam keadaan lebih baik ketika Anda menengoknya beberapa tahun kemudian. Sebaliknya, Anda akan melihat bannya kempes, kaca jendelanya pecah, sasisnya berkarat, dan mesinnya rusak. Proses yang sama berlaku pula pada makhluk hidup, bahkan lebih cepat.</p>
<p>Hukum II Termodinamika adalah cara mendefinisikan proses alam ini dengan persamaan dan perhitungan fisika.</p>
<p>Hukum ini juga dikenal sebagai &#8220;Hukum Entropi&#8221;. Entropi adalah selang ketidakteraturan dalam suatu sistem. Entropi sistem meningkat ketika suatu keadaan yang teratur, tersusun dan terencana menjadi lebih tidak teratur, tersebar dan tidak terencana. Semakin tidak teratur, semakin tinggi pula entropinya. Hukum Entropi menyatakan bahwa seluruh alam semesta bergerak menuju keadaan yang semakin tidak teratur, tidak terencana, dan tidak terorganisir.</p>
<p>Keabsahan Hukum II Termodinamika atau Hukum Entropi ini telah terbukti, baik secara eksperimen maupun teoretis. Albert Einstein menyatakan bahwa Hukum Entropi akan menjadi paradigma yang sangat berpengaruh di periode sejarah mendatang. Ilmuwan terbesar di masa kita ini mengakuinya sebagai &#8220;hukum utama dari semua ilmu pengetahuan&#8221;. Sir Arthur Eddington juga menyebutnya sebagai &#8220;hukum metafisika tertinggi di seluruh jagat&#8221;.</p>
<p>Teori evolusi adalah klaim yang diajukan dengan sepenuhnya mengabaikan Hukum Entropi. Mekanisme yang diajukannya benar-benar bertentangan dengan hukum dasar fisika ini. Teori evolusi menyatakan bahwa atom-atom dan molekul-molekul tidak hidup yang tak teratur dan tersebar, sejalan dengan waktu menyatu dengan spontan dalam urutan dan rencana tertentu membentuk molekul-molekul kompleks seperti protein, DNA dan RNA. Molekul-molekul ini lambat laun kemudian menghasilkan jutaan spesies makhluk hidup, bahkan dengan struktur yang lebih kompleks lagi. Menurut teori evolusi, pada kondisi normal, proses yang menghasilkan struktur yang lebih terencana, lebih teratur, lebih kompleks dan lebih terorganisir ini terbentuk dengan sendirinya pada tiap tahapnya dalam kondisi alamiah. Proses yang disebut alami ini jelas bertentangan dengan Hukum Entropi.</p>
<p>Untuk membaca kelanjutan artikel ini yang disertai gambar yang memperjelasnya silakan download pada <a href="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/download/evolusi/12_ilmu_termodinamika_menyanggah_teori_evolusi.pdf">link ini</a>.</p>
<p>Harun Yahya</p>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smaglen.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smaglen.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smaglen.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smaglen.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smaglen.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smaglen.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smaglen.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smaglen.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smaglen.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smaglen.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smaglen.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smaglen.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smaglen.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smaglen.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smaglen.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smaglen.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=18&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/termodinamika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e6624560754d4c7078a81f3d8c09fbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smaglen</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/themes/Milo/images/pixel.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://opi.yahoo.com/online?u=abufaiz97&#038;m=g&#038;t=1" medium="image">
			<media:title type="html">abufaiz97</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/themes/Milo/images/pixel.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://smaglen.wordpress.com/wp-admin/images/topics/khutbah.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ghazwul Fikr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana menentukan KKM</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/bagaimana-menentukan-kkm/</link>
		<comments>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/bagaimana-menentukan-kkm/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 01:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smaglen</dc:creator>
				<category><![CDATA[klinik pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaglen.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[LANGKAH-LANGKAH MENETAPKAN KKM February 21, 2007 · 1 Comment Oleh : Drs. Wannef Jambak (Berdasarkan surat Dirjendikdasmen No.1321/c4/MN/2004 tentang Pengkajian Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM)),&#62; atau Kretyeria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum 2004 dan sesuai dengan pelaksanaan Standar Isi, yang menyangkut masalah Standar Kopetensi (SK) dan Kopetensi dasar (KDmaka sesuai dengan petunjuk dari Badan Standar Nasional Pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=16&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>LANGKAH-LANGKAH MENETAPKAN KKM</h2>
<h4>February 21, 2007<!-- by wannefjambak --> · <a href="http://wannefjambak.wordpress.com/2007/02/21/langkah-langkah-menetapkan-kkm-2/#comments">1 Comment</a></h4>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Oleh : Drs. Wannef Jambak</p>
<p><strong>(Berdasarkan surat Dirjendikdasmen No.1321/c4/MN/2004 tentang Pengkajian Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM)),<em><strong></strong><strong></strong><strong></strong><code><span id="more-16"></span><span style="color:#009900;">&gt; </span></code></em></strong></p>
<p><strong>atau Kretyeria Ketuntasan Minimal (KKM) Kurikulum 2004 dan sesuai dengan pelaksanaan Standar Isi, yang menyangkut masalah Standar Kopetensi (SK) dan Kopetensi dasar (KDmaka sesuai dengan petunjuk dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tahun 2006, maka dipandang perlu setiap sekolah-sekolah untuk menentukan Standar Ketuntasan Minimal (KKM)-nya masing-masing sesuai dengan keadaan sekolah dimana sekolah itu berada Artinya antara sekolah A dengan sekolah B bisa KKM-nya berbeda satu sama lainnya.<br />
Dalam penetapam KKM ini masih ada beberapa sekolah atau guru bidang study yang belum memahaminya. Akibatnya beberapa diantara guru mengalami kesulitan untuk menetapkam KKM pada Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS) atau dulu kita kenal dengan Rapor.<br />
Sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan oleh BSNP maka ada beberapa rambu-rambu yang harus diamati sebelum ditetapkan KKM di sekolah. Adapun rambu-rambu yang dimaksud adalah :<br />
1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran.<br />
2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah.<br />
3. KKM dinyatakan dalam bentuk prosentasi berkisar antara 0-100, atau rentang nilai yang sudah ditetapkan.<br />
4. Kreteria ditetapkan untuk masing-masing indikator idealnya berkisar 75 %<br />
5. Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah kreterian ideal ( sesuai kondisi sekolah)<br />
6. Dalam menentukan KKM haruslah dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas indikator, serta kemampuan sumber daya pendudkung.<br />
7. KKM dapat dicantumkan dalam LHBS sesuai model yang ditetapkan atau dipilih sekolah.<br />
Dari berbagai rambu-rambu yang ada itu, selanjutnya melalui kegiatan Musyawarah Guru Bidang Study (MGMP) maka akan dapat diperoleh berapa KKM dari masing-masing bidang study.<br />
Ada beberapa kreteria penetapan KKM yang dapat dilaksanakan , diantaranya :<br />
1. Kompleksitas indikator ( kesulitan dan kerumitan)<br />
2. Daya dukung ( sarana dan prasarana yang ada, kemampuan guru, lingkungan, dan juga masalah biaya)<br />
3. Intake siswa ( masukan kemampuan siswa )<br />
Kemudian dalam menafsirkan KKM dapat pula dilakukan dengan beberapa cara, dainataranya :<br />
A.Dengan cara memberikan point pada setiap kreteria yang ditetapkan (dalam bentuk %):<br />
1. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan )<br />
Kompleksitas tinggi pointnya = 1<br />
Kompleksitas sedang pointnya = 2<br />
Kompleksitas rendah poinya = 3<br />
2. Daya dukung : ( Sarana/ prasarana, kemampuan guru, lingkungan dan biaya)<br />
Daya dukung tinggi pointnya = 3<br />
Daya dukung sedang pointnya = 2<br />
Daya dukung rendah pointnya = 1<br />
3. Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa)<br />
Intake siswa tinggi pointnya = 3<br />
Intake siswa sedang pointnya = 2<br />
Intake siswa rendah poinnya = 1<br />
Contoh :<br />
Jika indikator memiliki kreteria sebagai berikut:<br />
Kompleksitas rendah =3, daya dukung tinggi =3, intake siswa sedang = 2, maka KKM-nya adalah (3 + 3 + 2) x 100 = 88,89 %<br />
9<br />
B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kreteria, yakni :<br />
1. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan )<br />
Kompleksitas tinggi rentang nilainya = 50-64<br />
Kompleksitas sedang rentang nilainya = 65-80<br />
Kompleksitas rendah rentang nilainya = 81-100<br />
2. Daya dukung : ( Sarana/ prasarana, kemampuan guru, lingkungan dan biaya)<br />
Daya dukung tinggi rentang nilainya = 81-100<br />
Daya dukung sedang rentang nilainya = 65-80<br />
Daya dukung rendah rentang nilainya = 50-64<br />
3.Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa)<br />
Intake siswa tinggi rentang nilainya = 81-100<br />
Intake siswa sedang rentang nilainya = 65-80<br />
Intake siswa rendah rentang nilainya = 50-64<br />
Jika indikatyor memiliki Kreteria sebagai berikut: kompleksitas sedang, daya dukung tinggi, dan intake sedang, maka KKM-nya adalah rata-rata setiap unsur dari kreteria yang telah kita tentukan. ( Dalam menentukan rentang nilai dan menentuikan nilai dari setiap kreteria perlu kesepakatan dalam forum MGMP).<br />
Contoh:<br />
Kompleksitas sedang =75, daya dukung tinggi= 90, intake sedang = 70 maka KKM-nya adalah ( 75 + 90 +70) = 78,3<br />
3<br />
c. Dengan cara memberikan pertimbangan profesional judgment pada setiap kreteria untuk menetapkan nilai :<br />
1. Kompleksitas: ( tingkat kesulitan / kerumitan )<br />
Kompleksitas tinggi<br />
Kompleksitas sedang<br />
Kompleksitas rendah<br />
2.Daya dukung : ( Sarana/ prasarana, kemampuan guru, lingkungan dan biaya)<br />
Daaya dukung tinggi<br />
Daya dukung sedang<br />
Daya dukung rendah<br />
3.Intake Siswa : ( masukan kemampuan siswa)<br />
Intake siswa tinggi<br />
Intake siswa sedang<br />
Intake siswa rendah<br />
Contoh :<br />
Jika indikator memiliki kreteria sebagai berikut : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang, maka dapat dikatakan bahwa dari ketiga komponen diatas hanya satu komponen saja yang mempengaruhi untuk mencapai ketuntasan masimal 100 yaitu intake (sedang). Jadi dalam hal ini guru dapat menetapkan kreteria ketuntasan antara 90-80. ( Pedoman penetapa KKM dar BSNP, 20006)<br />
Dalam menafsirkan KKM sebelumnya kita harus mengetahui bagaimana tingkatan-tingkatan dari komponen seperti kompleksitas, daya dukung, dan intake. Hal ini dimaksudkan agar guru bidang study melalui MGMP atau pihak sekolah jangan sampai salah dalam menetapkan KKM, karana bila salah dalam menentukan KKM akan sangat merugikan pada siswa.<br />
Karena sesuai dengan peraturan apabila sampai mata pelajaran diperoleh anak berada dibawah KKM ( tidak tuntas ), maka anak tersebut tidak memenuhi syarat untuk naik kelas, bila samapi minimimal tiga mata pelajaran yang tidak tuntas.. Artinya kompetensi dasar yang diharapkan pada siswa tersebut tidak tercapai.<br />
Untuk komponen kompleksitas misalnya, kapan kompleksitas ( kesulitan/ kerumitan) itu dikatakan Tingkat Kompleksitas Tinggi ? yakni bila dalam pelaksanaannya menuntut Sumber Daya Manusia (SDM), termasuk didalamnya memahami kopetensi yang harus dicapai oleh siswa, kreatif dan inofatif dalam melaksanakan pembelajaran. Kemudian waktu, diantaranya waktunya cukup lama, karena perlu penguilangan. Serta Penalaran dan Kecermatan siswa yang tinggi.<br />
Sedangkan Kemampuan Sumber Daya pendukung, yaitu tenaga pengajar yang memadai(sesuai dengan latar belakang keahliannya), sarana dan prasdarana pendukung dalam bidang pendidikan, biaya manajemen, komite sekolah dan stakeholders sekolah.<br />
Terakhir Intake ( tingkat kemampuan rata-rata siswa), untuk memperoleh gambaran intake ini kita bisa melihat dari berbagai cara, diantaranya dari hasil seleksi penerimaan siswa baru, dari hasil raport kelas terakhir dari tahun sebelumnya, dari tes seleksi masuk atau psikotes, dan juga bisa dari ujian nasional pada jenjang sebelumnya.<br />
Setelah KKM diperoleh, maka selanjutnya KKM itu dimasukkan pada Laporan Hasil Belajar Siswa. Dari KKM inilah kita nantinya akan dapat mengetahui apakah siswa tuntas atau tidak tuntas dalam pencapaian Kompetensi Dasar serta indikator yang diharapkan.<br />
Kalau nilai yang diperoleh siswa berada dibawah KKM maka diartikan bahwa siswa itu belum tuntas, dan begitu juga sebaliknya bila nilai siswa berada diatas KKM maka siswa tersebut dinyatakan tuntas dalam pencapaian kompetensi dasar serta indikator-indikator yang dilaksanakan oleh guru.<br />
Untuk itu, sebelum melaksanakan penilaian maka terlebih dahulu harus ditetapkan KKM (Kreteria Ketuntasan Minimal ) terlebih dahulu. Selamat merumuskan penetapan KKM di sekolah masing-masing. )* (Penulis adalah Wakil Kepala Sekolah pada SMP Negeri 2 Sirandorung/ Konselor Sekolah dan Pemerhati Masalah Pendidikan di Tapteng (Dikutip dari berbagai sumber)</strong></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smaglen.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smaglen.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smaglen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smaglen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smaglen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smaglen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smaglen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smaglen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smaglen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smaglen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smaglen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smaglen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smaglen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smaglen.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smaglen.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smaglen.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=16&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/bagaimana-menentukan-kkm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e6624560754d4c7078a81f3d8c09fbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smaglen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbahasa Indonesia Yang Baik dan Benar</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/berbahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar/</link>
		<comments>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/berbahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 01:29:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smaglen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaglen.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Konsultasi Bahasa UNGKAPAN gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar telah menjadi slogan yang memasyarakat, baik melalui jasa guru di lingkungan sekolah maupun jasa media massa. Beberapa hari yang lalu melalui telepon, ada permintaan untuk penjelasan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=13&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:small;color:#ff0000;">Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar<br />
</span><span style="font-size:x-small;color:#5c5ccf;font-family:verdana,arial;">Konsultasi Bahasa </span></strong></p>
<p align="justify">UNGKAPAN gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar telah menjadi slogan yang memasyarakat, baik melalui jasa guru di lingkungan sekolah maupun jasa media massa. Beberapa hari yang lalu melalui telepon, ada permintaan untuk penjelasan konsep bahasa Indonesia yang baik dan benar.</p>
<p>Oleh karena itu, pada kesempatan ini dijelaskan apakah sebenarnya makna ungkapan itu? Apa pula alat ukur bahasa yang benar? Supaya tidak hanya dapat mengucapkan slogan itu, tetapi dapat menerapkannya, marilah kita perhatikan kriteria bahasa yang baik dan benar berikut.</p>
<p>Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah kaidah bahasa. Kaidah ini meliputi aspek (1) tata bunyi (fonologi), (2) tata bahasa (kata dan kalimat), (3) kosakata (termasuk istilah), (4) ejaan, dan (5) makna. Pada aspek tata bunyi, misalnya kita telah menerima bunyi /f/, /v/, dan /z/.</p>
<p>Oleh karena itu, kata-kata yang benar adalah fajar, fakir (miskin), motif, aktif, vitamin, devaluasi, zakat, zebra, dan izin, bukan pajar, pakir (miskin), motip, aktip, pitamin, depaluasi, jakat, sebra, dan ijin. Masalah lafal juga termasuk aspek tata bunyi. Pelafalan yang benar adalah kompleks, korps, transmigrasi, ekspor, bukan komplek, korp, tranmigrasi, ekspot.</p>
<p>Pada aspek tata bahasa, mengenai bentuk kata misalnya, bentuk yang benar adalah ubah, mencari, terdesak, mengebut, tegakkan, dan pertanggungjawaban, bukan obah/robah/rubah, nyari, kedesak, ngebut, tegakan, dan pertanggungan jawab.</p>
<p>Pada aspek kosakata, kata-kata seperti bilang, kasih, entar, dan udah, lebih baik diganti dengan berkata/mengatakan, memberi, sebentar, dan sudah dalam penggunaan bahasa Indonesia yang benar. Dalam hubungannya dengan peristilahan, istilah dampak (impact), bandar udara, keluaran (output), dan pajak tanah (land tax) dipilih sebagai istilah yang benar daripada istilah pengaruh, pelabuhan udara, hasil, dan pajak bumi.</p>
<p>Dari segi ejaan, penulisan yang benar adalah analisis, sistem, objek, jadwal, kualitas, hierarki. Dari segi makna, penggunaan bahasa yang benar bertalian dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. Misalnya, dalam bahasa ilmu tidak tepat jika digunakan kata yang bermakna konotatif (kiasan). Jadi penggunaan bahasa yang benar adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa.</p>
<p>Kriteria penggunaan bahasa Indonesia yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahasa yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Pemilihan ini bertalian dengan topik yang dibicarakan, tujuan pembicaraan, orang yang diajak berbicara (kalau lisan) atau pembaca (jika tulis), dan tempat pembicaraan. Selain itu, bahasa yang baik itu bernalar, dalam arti bahwa bahasa yang kita gunakan logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat kita.</p>
<p>Sekarang ini, bahasa Indonesia tercemar oleh pengaruh asing yang tidak pada tempatnya—kenyataan ini menunjukkan sikap negatif terhadap bahasa Indonesia. Bahkan terkadang kita menempatkan bahasa Indonesia pada urutan kedua atau pada urutan yang dapat diabaikan sama sekali dalam menyampaikan pesan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.</p>
<p>Fakta ini dapat dilihat melalui penggunaan bahasa asing yang berlebihan dalam kain-kain rentang, papan reklame, pembicaraan pada situasi formal, dan sebagainya. Padahal, berbahasa Indonesia yang baik dan benar bukan prilaku berbahasa yang sulit.</p>
<p>Persoalannya adalah ada tidak keinginan kita untuk menghargai bahasa nasional kita sendiri? Atau kita lebih bangga berbahasa asing daripada bahasa Indonesia? Pada konteks ini kita sebagai warga negara Indonesia harus menunjukkan sikap positif dan bangga terhadap bahasa Indonesia.</p>
<p>Pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah dan dengan situasinya merupakan salah satu sikap positif. Hal itu terjadi jika orang tidak asal jadi dalam berbahasa. Seandainya untuk keperluan resmi pun orang menganggap bahwa dalam berbahasa itu yang terpenting asal kawan bicara dapat menangkap maksud pembicara, dapat dikatakan bahwa orang itu tidak bersikap positif.</p>
<p>Persoalannya sekarang adalah bagaimana kita dapat memprioritaskan pemilihan bahasa yang sesuai dengan keperluan itu. Kecenderungan untuk menggunakan bahasa asing, kadang-kadang juga didorong oleh keinginan bergagah-gagahan dan memberi kesan tahu akan bahasa asing.</p>
<p>Akan tetapi, tidak jarang justru terjadi kesalahan yang memalukan. Di beberapa jalan, kita dapat melihat tulisan pada papan nama yang sedikit menggelikan, seperti aksesories, servisce, fotocopy. Ini adalah bahasa gado-gado. Sebetulnya, jika kata serapan itu akan dipakai, kita dapat menuliskan secara bersahaja dan benar: asesoris, servis, dan fotokopi. Itulah beberapa hal yang dapat menunjukkan sikap berbahasa Indonesia yang baik dan benar! (Prima Duantika)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smaglen.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smaglen.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smaglen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smaglen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smaglen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smaglen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smaglen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smaglen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smaglen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smaglen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smaglen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smaglen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smaglen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smaglen.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smaglen.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smaglen.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=13&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/berbahasa-indonesia-yang-baik-dan-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e6624560754d4c7078a81f3d8c09fbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smaglen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SDM</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/sdm/</link>
		<comments>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/sdm/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 01:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smaglen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaglen.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=6&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=6&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/sdm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e6624560754d4c7078a81f3d8c09fbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smaglen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kurikulum</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/kurikulum/</link>
		<comments>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 01:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smaglen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://smaglen.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=4&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=4&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/10/kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e6624560754d4c7078a81f3d8c09fbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smaglen</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/09/hello-world/</link>
		<comments>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/09/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 05:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>smaglen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=1&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/smaglen.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/smaglen.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/smaglen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/smaglen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/smaglen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/smaglen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/smaglen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/smaglen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/smaglen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/smaglen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/smaglen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/smaglen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/smaglen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/smaglen.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/smaglen.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/smaglen.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=smaglen.wordpress.com&amp;blog=3931798&amp;post=1&amp;subd=smaglen&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://smaglen.wordpress.com/2008/06/09/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e6624560754d4c7078a81f3d8c09fbe?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">smaglen</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
